Sebelumnya Dirjen Sumber Daya dan Pos Informatika Muhammad Budi Setiawan menegaskan bahwa hasil kesepakatan menempatkan kanal yang ditempati oleh empat operator, Telkomsel, Xl, Hutchinson 3 dan Indosat, diatur secara berdampingan.
Komposisinya terdiri dari XL, Tri, Indosat, dan Telkomsel. Agar 4G LTE bisa berjalan lancar maka penataan dilakukan per daerah yang dimulai dari Papua karena jumlah pelanggan selulernya masih sedikit. (Baca: Tata Ulang Frekuensi 4G LTE Dimulai dari Papua)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanannya, diskusi tersebut masih belum menemukan jalan tengah yang terbaik. Karena diungkap oleh Vice President LTE XL Axiata, Pantro Pander Silitonga, penataan tata ulang frekuensi di 1.800 MHz, membutuhkan proses yang cukup lama.
"Masalah metode yang digunakan tiap operator tidak selalu sama, itu yang bikin lama. Tapi kami sudah berdiskusi dan bisa dibilang sudah sepakat soal daerah yang bisa menjangkau jaringan 4G," kata Pantro, awal pekan lalu. (Baca: XL Berharap 4G LTE 1.800 MHz Komersial Tahun Ini)
Perbedaan persepsi ini juga yang tersirat dikatakan oleh Telkomsel, melalui Presiden Direktur Ririek Ardiansyah. Dia mengatakan ini bukan kompetisi nasional yang harus kejar-kejaran, namun bisa dinikmati secara bersama.
"Kita mengejar kualitas daripada mengorbankan pelanggan. Nanti kalau buru-buru bagaimana dengan QoS-nya (Quality of Service)," kata Ririek.
"Telkomsel menginginkan yang cepat, berkualitas dan murah. Penataan mubazir kalau bermasalah. Empat operator ini punya ego masing-masing, dan benar kita sudah bertemu dengan Kominfo, ini cukup complicated."
Telkomsel tentu ingin berhati-hati, pasalnya spektrum 1.800 MHz digunakan juga untuk jaringan 2G yang pelanggannya masih tinggi. Tercatat ada 90 juta pelanggan dari total 150 juta pelanggan yang masih berada di jaringan tersebut.
Di frekuensi 1.800 MHz, Telkomsel dan XL masing-masing mempunyai sumber daya 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, 10 MHz.
Sementara saat ditanya kapan 4G LTE bisa dikomersialkan, Ririek gamblang menyebut bisa dikejar hingga akhir tahun 2015. (adt/eno)