Division Head Public Relations Indosat, Adrian Prasanto mengatakan, saat ini tercatat hampir 100 ribu pelanggan Indosat yang memakai metode potong pulsa atau carrier billing di Play Store.
Ia berkata konten game paling banyak dibeli dengan metode potong pulsa Indosat, dilanjutkan dengan pembelian konten digital di dalam aplikasi atau in-app purchase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Telkomsel, pelanggan yang memakai metode ini jumlah sekitar 500 ribu pelanggan. Hal ini diungkapkan oleh Aris Sudewo, General Manager Digital Lifestyle Marketing Telkomsel.
Setiap konten yang dibeli di Play Store melalui saluran pembayaran potong pulsa dari operator seluler ini, akan dikenakan biaya tambahan 10 persen yang merupakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Misalnya, pengguna membeli konten seharga Rp 10.000, maka pulsa yang ditarik adalah Rp 11.000, di mana biaya Rp 1.000 itu merupakan PPN. “Ini memang aturan dari negara, jadi tidak bisa dilepas,” ucap Aris.
Operator seluler mengambil keuntungan dari jatah bagi hasil sebesar 30 persen yang didapatkan Google. Sementara itu, menurut Aris, pengembang aplikasi tetap mendapatkan jatah 70 persen dari setiap konten yang dibeli.
Ketika ditanya berapa persen keuntungan operator seluler dari pembelian potong pulsa ini, baik Indosat dan Telkomsel enggan mengungkapnya. “We can’t disclose it yet,” kata Adrian.
“Yang jelas, kami tidak mengambil keuntungan dari pengembang aplikasi. Mereka tetap dapat jatah 70 persen. Sementara kami mengambil untung dari jatah Google,” tegas Aris.
Pola bagi hasil macam ini juga berlaku di toko aplikasi platform lain, seperti BlackBerry World, Windows Phone Store, dan Nokia Store.
(adt)