Di acara peluncuran BlackBerry Classic di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/3), Sofran menyambut para awak media.
Dengan latar belakang enterprise, ia menjabarkan alasannya mengapa mau bergabung dengan tim BlackBerry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, ia 'berpetualang' di Oracle, Sun Microsystems, dan Hewlett-Packard sebelum akhirnya berlabuh di BlackBerry. "Saya di sini (BlackBerry) baru tiga minggu, rasanya seperti menjalani masa ospek," tutur Sofran sambil tertawa.
Softan mengaku tanggung jawabnya di perusahaan asal Kanada itu dijadikan sebagai sebuah tugas besar, khususnya peningkatan bisnis enterprise BlackBerry.
Sofran Irchamni ditunjuk sebagai Managing Director BlackBerry Indonesia. |
Fokus ke Pasar Enterprise
Dengan bergabunngnya Sofran, yang punya banyak pengalaman di pasar enterprise, maka tak heran jika BlackBerry mulai kembali membidik pasar tersebut.
"Latar belakang saya pangsa enterprise. Kita akan lebih kembangkan diri di situ," kata Sofran.
Membidik kalangan pebisnis, berarti BlackBerry akan mulai memperkuat layanan aplikasi dan keamanan. Dua hal yang memang menjadi inti bisnis BlackBerry beberapa tahun lalu.
Strategi menyediakan layanan dan perangkat yang memadai, dipercaya dapat mengembalikan BlackBerry ke masa jayanya. Atau paling tidak, mendapat sedikit peningkatan dari pasar yang berbeda.
"BlackBerry sebagai perusahaan handset, sempat mengalami masa kejayaan hingga 2012. Setelah ada 'Asian Invasion' seperti Samsung dan Oppo, perusahaan harus memutar otak," ujar Sofran.
(eno)
Sofran Irchamni ditunjuk sebagai Managing Director BlackBerry Indonesia.