Seperti diceritakan kembali oleh Wakil Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, kabar mengenai rencana merger Axis tersebut sudah bergulir sejak tahun 2012 silam.
"Prosesnya sangat panjangnya approval dari regulator, kemudian selesai akuisisi, lalu integrasi network dan sampai Januari 2015 kita selesai bisa membuat ebitda Axis netral," kata Dian, di Graha XL, Jakarta, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian juga berkata memberikan pernyataan bahwa ada servis dari kostumer yang beragam. "Intinya, segmented berbeda, produk berbeda dan harga pun juga berbeda. Kita ingin mencakup yang lebih besar karena bisnis Axis masih stabil," tambahnya.
"Retargeting nyatanya ya memang perlu, kalau mau tumbuh terus ya harus retargeting," katanya.
Dia menyadari bahwa nantinya mungkin akan terjadi kanibalisme, tapi bukan itu yang ditakuti oleh XL. "Kanibal pasti, namun kita ingin membuat jelas soal perbedaanya," tandas Mediko.
(eno)