Riset: Anak Masa Kini Habiskan 6,5 Jam Pakai Gadget

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2015 14:35 WIB
Riset: Anak Masa Kini Habiskan 6,5 Jam Pakai Gadget Ilustrasi anak bermain gadget. (Thinkstock/MyPurgatoryYears)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran ponsel pintar, tablet, komputer, hingga konsol game yang kian populer mengubah kebiasaan anak usia lima hingga 16 tahun. Lembaga riset Childwise yang berbasis di Inggris melakukan riset dan mengungkapkan bahwa anak masa kini rata-rata menghabiskan waktu 6,5 jam per hari untuk beraktivitas dengan gadget-nya.

Sesuai laporan dari Childwise, apa yang dilakukan anak-anak 20 tahun lalu atau sekitar tahun 1995 tentu berbeda dengan anak zaman sekarang. Dulu, mereka hanya menghabiskan waktu rata-rata tiga jam per hari di depan perangkat berlayar, itupun hanya sebatas layar televisi.

Kini di tahun 2015 rata-rata waktu yang terbuang tersebut telah tumbuh lebih dua kali lipat menjadi 6,5 jam. Anak remaja laki-laki adalah yang paling banyak menghabiskan sekitar 8 jam per hari untuk bermain gadget, sementara anak perempuan berusia delapan tahun menghabiskan 3,5 jam.


Sementara di tahun 2009 lalu, riset Childwise menunjukan rata-rata mereka menghabiskan 6 jam di depan layar dan sepertiga responden menyatakan mereka tak bisa hidup tanpa perangkat komputer.

"Perbedaan terbesar dari era 1990-an adalah televisi dan majalah menjadi satu-satunya media bagi anak-anak untuk terhubung dengan dunia luar. Kalau sekarang? Sudah ada perangkat yang jauh berbeda, seperti tablet, ponsel, konsol game, dan mereka jadi lebih menghabiskan waktu untuk itu," ujar eksekutif penelitan Matthew Nevard, seperti dikutip dari situs Digital Trends.

Anak-anak menghargai privasi aplikasi seperti WhatsApp dan Snapchat. Sesuai hasil riset, hal tersebut merefleksikan adanya budaya baru yang telah muncul di mana kehadiran gambar dianggap sebagai cara lebih menarik untuk menunjukan suasana hati atau aktivitas.

Teknologi perangkat yang bisa dipakai di tubuh manusia (wearable) yang sudah mulai marak semacam jam tangan pintar dan headset virtual reality diprediksi akan menjadi sasaran empuk bagi para anak-anak di kemudian hari.