Berbeda dengan aplikasi pesan instan Messenger untuk perangkat mobile, kali ini Facebook tidak memaksa penggunanya untuk memakai Messenger.com.
Facebook sendiri mengatakan tidak punya rencana untuk membelah layanan inti Facebook menjadi dua bagian. Ini berarti, layanan Facebook.com masih melayani fitur berkirim pesan antar pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir Maret 2015, Facebook mengumumkan bahwa layanan pesan instan Messenger bakal dibuat menjadi sebuah platform hub komunikasi yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar chatting kepada pengguna.
Perubahan desain Messenger menjadi sebuah platform menantang eksistensi aplikasi Line, KakaoTalk, WeChat, dan Viber yang sebelumnya telah menerapkan strategi serupa. (adt)