Dalam jurnal yang diterbitkan Jumat (10/4) di Science Advances, dikatakan para ilmuwan bahwa fungsi Global Positioning System (GPS) di ponsel pintar bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi gempa bumi dan memberi peringatan sebelum gelombang terkuat dari gempa dimulai.
"Sebagian besar dunia tidak menerima peringatan gempa, terutama karena biaya membangun jaringan pemantauan ilmiah yang diperlukan," kata Benjamin Brooks, ahli geofisika USGS selaku pemimpin proyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cegah Bahaya Tsunami, Jepang Akan Bangun Tembok Laut Rp 113 T
Tetapi, ponsel pintar sangat berguna untuk memberi peringatan dini, seperti bencana gempa yang terjadi di Haiti dengan kekuatan 7.0 SR pada 2010 dan menawaskan 200 ribu orang.
"Kecepatan peringatan elektronik lebih cepat dari guncangan gempa," kata Craig Glennie, salah satu penulis laporan dan seorang profesor di University of Houston.
Para peneliti menemukan bahwa data yang dikumpulkan di lebih dari 5.000 ponsel pintar di kawasan metropolitan dapat dianalisis cukup cepat untuk mengeluarkan peringatan bagi orang-orang yang berada lebih jauh dari pusat gempa dan berpotensi menyelamatkan nyawa.
Peringatan dininya bisa dikirim melalui pesan singkat atau aplikasi. Ini memerlukan kolaborasi, misalnya antara pemerintah dengan pengembang aplikasi dan operator seluler.
Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) telah menguji sistem peringatan dini yang menjadi percontohan untuk kemampuan sensor ponsel pintar di sepanjang pantai Chili.