Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono mengatakan letusan Tambora adalah yang terbesar yang pernah terdokumentasi di dunia saat ini. Letusan setingkat itu, kata Surono, tercatat pernah terjadi di Jepang. Tapi itu sekitar 7.000 tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak letusan itu sendiri jadi perdebatan. Sebelumnya para ahli berpendapat bahwa letusan Gunung Toba telah memusnahkan banyak populasi manusia. Abu letusannya menyebar dari Laut China Selatan sampai ke Laut Arab.
Tapi di zaman modern, letusan Tambora pada April 1815 adalah yang terdahsyat. “Tidak ada letusan gunung api sebesar Tambora di dunia modern,” tutur sosok yang akrab dipanggil Mbah Rono ini, kepada CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/4) malam.
Dahsyatnya letusan Tambora menyebabkan korban tewas mencapai 60 ribuan orang. Tapi ada juga yang memperkirakan korban tewas sebetulnya mencapai 100 ribu orang.
Letusan fatal lainnya yang terjadi pada masa modern adalah letusan Gunung Krakatau pada 1883 yang menyebabkan sekitar 36 ribu orang tewas.
Surono mengatakan, letusan gunung api dalam skala VEI 7 diduga terjadi sekali dalam 1.000 tahun. “Masalahnya, di mana dan kapan? Tidak bisa diperkirakan secara ruang, di mana, dan kapan,” katanya. (ded/ded)