Tim peneliti mengatakan ombak besar ini kemungkinan mencapai garis pantai Mars pada zaman dahulu. Hal ini membuat para peneliti berpikir bahwa memelajari garis pantai Mars bisa menjelaskan iklim Mars kuno, salah satunya mencari tahu berapa lama lautan di sana berkembang dan bertambah.
Kemudian, jika ombak Mars memotong garis pantai, maka berpotensi mengungkapkan tanda-tanda garis pantai kuno yang bisa memperkuat keberadaan lautan Mars. Selama ini sebenarnya masih banyak perdebatan di kalangan peneliti mengenai lautan kuno ini karena iklim Mars sendiri pun masih sulit diidentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena ada kaitan erat antara kekuatan angin dengan tekanan atmosfer, menurut Banfield mereka bisa menggunakan potongan garis ombak untuk membatasi tekanan atmosfer pada Mars zaman purba.
"Ombak Mars terbentuk hampir sama seperti Bumi, namun secara signifikan bergerak lebih lambat karena air bergerak karena daya gravitasi, sementara gravitasi di Mars lebih kecil dari Bumi," terang Banfield.
Pada Maret lalu, dari laporan New York Times, para peneliti meyakini air laut tersebut tersebar di sepanjang dataran rendah bagian utara Mars selama berjuta-juta tahun.
Para peneliti memaparkan, kedalaman air yang melingkupi permukaan Mars di masa lalu setidaknya mencapai 137 meter.
Dalam satu waktu, mereka memperhitungkan, lautan sebelah utara Mars bisa menutupi sekitar 19 persen permukaan Mars sendiri. Sebagai pembanding, Samudera Atlantik saja membentang di permukaan Bumi sebanyak 17 persen.
"Keberadaan lautan sebelah utara telah didebatkan selama beberapa dekade, tapi ini adalah pertama kalinya kami memiliki kumpulan data yang kuat dari seluruh permukaan Mars," ujar Michael Mumma selaku pemimpin penelitian di Goddard Center for Astrobiology NASA yang juga menulis laporan ke dalam jurnal Science. (eno/eno)