Pesawat Penjelajah Merkurius Dibiarkan 'Karam'

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2015 17:22 WIB
Pesawat Penjelajah Merkurius Dibiarkan 'Karam' Kawah yang berada di permukaan planet Merkurius memungkinkan es bertahan dan membeku di sana (Dok. NASA/Carnegie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Messenger milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA, adalah pesawat yang mengorbit di Planet Merkurius sejak Maret 2011. Tak lama lagi, Messenger akan 'mati' dengan menabrakan dirinya ke Merkurius.

Messenger yang berakronim MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging akan mengakhiri misinya pada 30 April mendatang setelah empat tahun mengorbit Merkurius karena sudah kehabisan bahan bakar.

Messenger hingga sekarang memanfaatkan tenaga surya untuk tetap 'hidup'. Sementara manuver terakhir Messenger akan dilakukan pada 24 April esok.


"Kami akan menabrakannya ke permukaan Merkurius pada 30 April sekitar pukul 15:25 waktu Amerika Serikat," ujar teknisi sistem Messenger, Dan O'Shaughnessy, seperti dikutip dari situs Space.com.

Salah satu penemuan Messenger yang fenomenal adalah dua area kutub Merkurius selama ini nyatanya mengandung air es, padahal planet ini memiliki jarak paling dekat dengan Matahari. Bahkan suhu siang hari dipercaya bisa mencapai 426 derajat Celsius.

Pimpinan investigasi misi Messenger, Sean Solomon mengatakan, data yang dihasilkan Messenger juga mengungkap banyak endapan di permukaan Merkurius tidak mengandung air es, melainkan air es itu ditutupi lapisan hitam setebal 30 cm dan lebih dingin.

Masih berdasarkan penuturan Solomon, lapisan hitam itu dipercaya sebagai material organik yang mengandung zat arang yang terkirim ke planet dari luar sistem tata surya.

"Kami tak melihat adanya corak geologis yang mengindikasi kehadiran air mengalir seperti Mars," ujar pakar planet James Green.

Sementara itu Solomon menekankan bahwa tim peneliti belum bisa mengatakan apakah dulunya ada kehidupan di Merkurius, mengingat kondisi planet ini tidak terlalu layak huni karena sinar matahari sangat kuat sehingga membuat sodium atmosfernya bercahaya dan memberikan sentuhan warna jingga.

NASA akan melanjutkan pengumpulan data dari Messenger hingga pesawat ini akhirnya menemui ajalnya di penghujung bulan April 2015.

(tyo/eno)