Messenger yang berakronim MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging akan mengakhiri misinya pada 30 April mendatang setelah empat tahun mengorbit Merkurius karena sudah kehabisan bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penemuan Messenger yang fenomenal adalah dua area kutub Merkurius selama ini nyatanya mengandung air es, padahal planet ini memiliki jarak paling dekat dengan Matahari. Bahkan suhu siang hari dipercaya bisa mencapai 426 derajat Celsius.
Masih berdasarkan penuturan Solomon, lapisan hitam itu dipercaya sebagai material organik yang mengandung zat arang yang terkirim ke planet dari luar sistem tata surya.
"Kami tak melihat adanya corak geologis yang mengindikasi kehadiran air mengalir seperti Mars," ujar pakar planet James Green.
Sementara itu Solomon menekankan bahwa tim peneliti belum bisa mengatakan apakah dulunya ada kehidupan di Merkurius, mengingat kondisi planet ini tidak terlalu layak huni karena sinar matahari sangat kuat sehingga membuat sodium atmosfernya bercahaya dan memberikan sentuhan warna jingga.
NASA akan melanjutkan pengumpulan data dari Messenger hingga pesawat ini akhirnya menemui ajalnya di penghujung bulan April 2015.
(tyo/eno)