Solar Impulse 2 sempat menghentikan perjalanannya karena cuaca buruk di Tiongkok sehingga membuat pesawat seberat mobil itu harus menetap sementara di sebelah barat daya kota Chongqing.
Persinggahan yang tak direncanakan itu dianggap sebagai tantangan tersendiri bagi pilot dan 60 anggota tim, mengingat perjalanan Solar Impulse 2 memakan waktu lima bulan sejauh 35 ribu kilometer untuk memfokuskan mata dunia pada energi berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pesawat Tenaga Surya Siap Keliling Dunia |
"Bos kami adalah sang Matahari," kata juru bicara Claudia Durgnat.
"Akhirnya mengudara lagi!" seru Piccard.
Solar Impulse 2 berhasil lepas landas dari bandar udara internasional Chongqing Jiangbei menuju Nanjing, memakan waktu kira-kira 17 jam.
Pesawat ini mendapat energi dari 17 ribu sel surya yang dipasangkan di bodi pesawat, sayap, dan ekor. Walau mengandalkan tenaga surya, Solar Impulse tetap bisa terbang pada malam hari berkat daya yang tersimpan di dalam baterai seberat 633 kilogram.
Sayapnya seukuran pesawat Boeing 747, lucunya kecepatan terbang Solar Impulse 2 sama dengan mobil di darat.
Proses penelitian, desain, dan konstruksi Solar Impulse 2 memakan waktu 12 tahun dan versi pertama pesawat diluncurkan pada 2009 silam sekaligus memecahkan rekor dari segi ketinggian dan jarak yang ditempuh oleh pesawat awak bertenaga surya.
(eno)