Country Product Group Leader Asus Indonesia, Juliana Cen, belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mulai produksi Zenfone di Batam karena menunggu rancangan regulasi TKDN yang melibatkan tiga kementerian itu.
"Karena dengan adanya rencana ini, kami harus pakai komponen lokal. Kalau tidak, kami tidak bisa impor. Oleh karena itu untuk perakitan di Batam kita menunggu penjelasan dari aturan ini," ujar Juliana usai jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/4).
Lihat juga:Asus Zenfone 2 Bakal Dirakit di Batam |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juliana menjelaskan, ponsel yang dirakit di Batam bakal mendatangkan komponen peranti keras dari Tiongkok. Di sini mereka hanya merakit ponsel Zenfone 2 untuk memenuhi pasar Indonesia, bukan untuk diekspor.
Country Product Group Leader Asus Indonesia, Juliana Cen. (CNN Indonesia/Aditya Panji) |
Tahun 2015 ini mereka menargetkan penjualan meningkat jadi delapan juta unit pada 2015, di mana 90 persen di antaranya diharapkan seri Zenfone.
"Kalau seri Padfone menargetkan segmen premium. Kami prediksi penjualan lebih besar untuk Zenfone 2," kata Juliana.
Asus merilis sejumlah model Zenfone di Indonesia untuk meningkatkan penjualan mereka di pasar kelas menengah. Perusahaan asal Taiwan itu merilis empat model Zenfone 2 dengan harga mulai Rp 2,7 juta sampai Rp 4,5 juta.
Semua ponsel ini memakai prosesor Intel Atom 64-bit, menggunakan layar ukuran 5,5 inci, kamera belakang 13 megapixel, kamera depan 5 megapixel, dan baterai 3.000 mAh. Keempat model dibedakan berdasar harga, kecepatan prosesor, kapasitas RAM, dan resolusi layar.
(eno/eno)
Country Product Group Leader Asus Indonesia, Juliana Cen. (CNN Indonesia/Aditya Panji)