Secara umum Samsung menilai penjualan televisi di seluruh dunia tak banyak mengalami peningkatan. Entah karena konsentrasi pembelanjaan yang beralih, atau memang belum ada teknologi baru yang membuat televisi terlihat menarik.
“Bisa dikatakan stagnan. Dilihat dari revenue penjualan televisi di seluruh dunia hanya mengalami peningkatan dua persen, sementara dari jumlah unit naik empat persen. Naik sedikit,” kata Ubay Bayanudin, Product Marketting TV Senior Manager PT Samsung Electronics Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu juga diklaim terjadi di Indonesia. Di mana penjualan televisi bisa dibilang naik, meski tidak signifikan. Hal ini yang membuat para produsen harus mencari celah baru yang bisa dimanfaatkan.
Dari data tersebut lantas Samsung memutuskan untuk banyak bermain di ranah televisi pintar kelas atas, khususnya tipe SUHD yang dijanjikan punya banyak keunggulan. Seperti dua televisi SUHD yang baru saja diluncurkan produsen asal Korea Selatan itu.
Terlihat mahal memang, namun Samsung menjanjikan bahwa semua itu pantas didapat dilihat dari fitur dan kualitas gambar yang akan didapat pengguna.
“Banyak orang mau bayar lebih untuk televisi, hanya saja mereka pasti bertanya apa yang akan mereka dapat. Kami bisa jawab, warna dan kualitas,” tambah Jo Semidang, Corporate Marketing Director PT Samsung Electronics Indonesia.
Dilihat dari spesifikasinya, televisi Samsung yang baru diluncurkan itu memang terlihat punya kualitas gambar yang lebih baik berkat layar beresolusi 3.840 x 2.160 pixel dengan berbagai teknologi pendukung seperti, nano crystal yang menghasilan warna 20 persen lebih luas, 10 bit panel untuk gambar yang lebih detail, dan remastering engine untuk mereproduksi gambar agar terlihat lebih baik.
TV tersebut juga sudah menggunakan sistem operasi Tizen lengkap dengan prosesor delapan inti. Hal membuat TV tersebut tidak hanya punya interface menarik, tapi mudah dihubungkan dengan perangkat lain seperti ponsel, tablet atau komputer jinjing. (adt)