“Jadi untuk LTE kami tidak tergesa,” kata Alexander, di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (24/4) lalu. “LTE yang sekarang itu sebenarnya masih LTE-LTEan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi memang, layanan di 900 MHz belum memuaskan karena kemampuan LTE jauh lebih baik dari itu. Apalagi, kata Alex, layanan LTE di jaringan 900 MHz hanya akan mengorbankan kualitas layanan kepada konsumen yang existing, yaitu konsumen 3G dan 2G. Di spektrum 900 MHz ada lebar pita 10 MHz yang dimiliki Indosat, 5 MHz sudah diambil untuk layanan 3G. Kalau layanan LTE juga mengambil dari sisa slot itu, berarti akan mengorbankan yang 2G.
Sedangkan untuk LTE di pita frekuensi 1.800 MHz sendiri Indosat sudah mengoperasikan trial di 30 sites di Bandung, pada saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Dia bilang untuk mengaktifkan layanan trial itu butuh waktu sepekan saja karena infrastrukturnya sendiri sudah siap, sejak Indosat melakukan modernisasi jaringan pada awal 2013.
“Kerja infrastruktur sudah dari dua tahun lalu, sudah dimaki-maki kita,” katanya. “Kami sudah tahu akan masuk ke era itu, real LTE kami full speed.” (ded/ded)