Diungkapkan oleh Division Head Data Service Product Marketing Indosat, Joko Riswadi, bahwa Indosat memang sudah mengkomersialkan layanan 4G LTE melalui pita frekuensi 900 Mhz. Namun nyatanya itu belum maksimal.
"Tapi, pelanggan enggak akan merasakan experience-nya," tuturnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kominfo sendiri memberi izin 4G LTE bisa berjalan di frekuensi 1.800 setelah empat operator yang mendiaminya diatur secara berdampingan, kemudian melakukan tata ulang baru teknologinya dinetralkan.
Soal kesiapan terjun ke layanan 4G LTE, ujar Joko, Indosat sudah siap. Bahkan mereka sudah menguji kesanggupan jaringan Indosat. Tapi itu belum menjadi perhatian. "Kami mau memaksimalkan 3G," ujarnya.
Joko mengatakan pihaknya sedang melakukan modernisasi jaringan di 23 kota besar di Indonesia. Lombok adalah satu dari ke-23 kota itu.
Jaringan dioptimisasi sehingga siap dengan fitur kecepatan akses sampai 42 megabita per detik (Mbps). Jaringan ini juga disebut sudah mendukung fitur HD voice.
Dengan teknologi kecepatan akses seperti itu, Wasis Sulaiman, Head of Region East Java & Nusa Bali menjamin yang dirasakan 63,2 juta pelanggan (naik dari 59,6 juta pada 2013) adalah: akses Youtube tanpa putus, download cepat, koneksi stabil dan coverage luas.
"Kebutuhan kita sebenarnya 1 Mbps tapi stabil itu cukup. Itu jauh lebih penting daripada kadang-kadang tinggi, kadang-kadang rendah," katanya. (tyo/eno)