Laurent Bollinger dan rekan-rekannya dari lembaga penelitian CEA di Perancis, menemukan pola sejarah gempa saat melakukan penelitian di Nepal bulan lalu, dan mereka sudah mengantisipasi akan terjadi gempa bumi besar yang persis dimana lokasi d gempa besar hari Sabtu terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporannya yang disampaikan kepada Nepal Geological Society, dua pekan lalu, Bollinger mengatakan, "Kami menunjukkan bahwa patahan ini tidak menyebabkan gempa besar di tahun 1505 dan 1833. Perpindahan besar terjadi pada tahun 1344."
Ketika Bollinger dan rekan-rekannya melihat pola bersejarah ini benar terjadi di masa lalu, mereka menjadi sangat prihatin.
"Kami dapat melihat baik Kathmandu dan Pokhara akan mengalami gempa yang mengubah patahan utama, kemungkinan yang terbesar sejak pertama kali terjadi sejak 1344," kata peneliti memperingatkan, saat itu.
Dan mereka juga mengisyaratkan bahwa gempa pada hari Sabtu lalu, merupakan pendahuluan dari kemungkinan yang paling besar sehingga sampai mengangkat pecahan ke permukaan bumi. (tyo/tyo)