"Saya sedikit worried kalau orang Indonesia tahu ini buatan sini maka kualitasnya akan beda. Karena konsumen di sini biasanya lebih percaya sama buatan luar negeri ketimbang dalam negeri," kata Kanghyun Lee, Vice President Corporate Business and Corporate Affair PT Samsung Electronics Indonesia, menyindir, di sela acara Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge, di Jakarta, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara tersirat, pabrik yang dahulu merupakan tempat merakit produk elektronik itu akan digunakan untuk mengikuti aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.
"Aturan TKDN ini bertahap. Cuma kami ingin pas di 30 persen, karena kami akui support industry di sini masih kurang," kata Lee lagi.
Walau tak menyebut secara langsung korelasinya, dia mengatakan bahwa biaya perakitan Galaxy S6 dan S6 Edge bisa lebih mahal ketimbang harus mengimportnya secara langsung.
Rencananya, pabrik perakitan ponsel di Cikarang ini selain untuk memproduksi Galaxy S6 juga digunakan untuk merakit ponsel 4G yang akan beredar di Tanah Air. (ded/ded)