Telkom mengungkapkan hingga saat ini, persentase kabel tembaga dan serat optik berimbang. "Sekarang posisinya 50 persen kabel tembaga dan 50 persen kabel serat optik," ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer Service Telkom saat ditemui di acara Fiber to The Home (FTTH) Conference & Exhibition Asia-Pacific di Jakarta, Rabu (20/5).
Telkom mengklaim jaringan serat optiknya menjangkau 7 juta rumah di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, Telkom akan mengincar pelanggan rumah tangga dengan IndiHome yang menyediakan tiga layanan telekomunikasi, yaitu Internet, telepon rumah, dan televisi berlangganan berbasis Internet Protocol (IPTV).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IndiHome sendiri saat ini telah memiliki 350 ribu pelanggan dan ditargetkan tumbuh menjadi 3 juta pada ujung 2015. Beberapa wilayah yang jadi target utama adalah Jabodetabek dan Surabaya.
Dari anggaran belanja modal Telkom tahun ini sebesar Rp 25 triliun sampai Rp 30 triliun, sekitar 30 persen di antaranya bakal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi pitalebar.
Sementara itu, 60 persen belanja modal tahun ini dialokasikan untuk anak perusahaannya yang bergerak di bisnis telekomunikasi seluler, Telkomsel, dan sisanya untuk ekspansi internasional. Telkom memasang target pendapatan Rp 100 triliun di penghujung 2015.
Telkom pada Mei lalu merampungkan pembangunan jaringan tulang punggungnya (backbone) serat optik yang mereka sebut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Seperti namanya, jaringan ini menghubungkan kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua, dengan kabel sepanjang 8.772 kilo meter.
Mereka kini sedang menggarap proyek jaringan serat optik Luwuk Tutuyan Cable System (LTCS) yang akan menghubungkan Luwuk di Sulawesi Tengah hingga Tutuyan di Sulawesi Utara dengan kabel sepanjang 345 kilo meter. Telkom menyebut proyek-proyek sistem kabel ini disebut dengan nama Indonesia Digital Network. (adt/ded)