Temuan itu terungkap dalam riset riset yang mengangkat tema soal tren penipuan internet di 2014. Ini adalah riset yang diselenggarakan antara FBI dengan lembaga Internet Crime Complaint Center (IC3).
Menurut riset tersebut, sepanjang 2014 total kerugian akibat kejahatan internet diperkirakan mencapai US$ 800 juta. Kebanyakan serangan berasal dari media sosial, surel dan pesan instan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban biasanya merasa sedang berpacaran dengan kekasih yang belum pernah ia temui secara langsung," lanjut pernyataan laporan tersebut.
Hasil akhir dari riset terebut menyimpulkan bawah, rata-rata kerugian akibat penipua online di Amerika Serikat mencapai US$ 42 ribu dalam setahun. 70 persen korban itu adalah wanita yang memang sedang mencari cinta.
(eno)