Penggunaan Google Maps beberapa waktu lalu bisa melakukan penelusuran Gedung Putih dengan kata-kata cercaan "nigger house" untuk pencarian secara global, sedangkan khusus area Washington D.C., pengguna bisa memasukan kata "nigger king".
"Beberapa hasil penelusuran tak pantas yang tak seharusnya muncul di Google Maps, kami mohon maaf atas kesalahan ini. Tim kami sedang memperbaiki masalah ini secepatnya," ujar juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksekutif teknisi Google, Jen Fitzpatrick menulis pada blog Google bahwa perusahaan telah melakukan pembaruan dalam sistem algoritma.
"Bahasa atau ungkapan seperti itu tak seharusnya ditampilkan di Google Maps. Kami sangat menyesal atas masalah ini dan sedang memperbaikinya agar kejadian serupa tak terulang kembali," Fitzpatrick menambahkan.
Selang beberapa waktu lalu, sempat beredar gambar maskot Android yang buang air kecil di atas logo Apple di layanan Google Maps.
![]() |
Sebelum diperbaiki, gambar tersebut bisa disaksikan saat pengguna Google Maps memasukkan lokasi ke koordinat N 33°30’52.5″ E 73°03’33.2″.
Ini adalah lokasi di pinggiran Rawalpindi, yang merupakan sebuah kota terletak di sebelah utara Pakistan. Dan gambar ini bisa dilihat sebelumnya melalui aplikasi mobile dan browser.
Gambar tersebut disinyalir memang sengaja dibuat oleh pengguna usil yang masuk melalui layanan pembuat peta Google.
Fungsi itu memang disediakan Google untuk memperkaya aplikasi peta mereka, dan biasanya setiap konten baru yang masuk akan lebih dulu diseleksi sebelum tayang di Google Maps.
(eno)
