Kisah 'Bocah YouTube' Berpenghasilan Rp 1,7 Miliar

Aditya Panji | CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2015 16:36 WIB
Saluran video EvanTubeHD di YouTube berpotensi menghasilkan pendapatan US$ 134.000 sampai US$ 1,32 juta per tahun dari konten ulasan mainan dan video game. Bocah bernama Evan yang kini berusia 9 tahun, gemar mengulas mainan dan video game yang dibagikan melalui situs YouTube sejak September 2011. (Dok. Akun Youtube EvanTubeHD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua saluran video di YouTube aman untuk anak-anak. Tetapi dengan menonton saluran EvanTubeHD, mungkin orangtua bisa bernapas lega karena di sana banyak tersedia video ulasan mainan dan video game yang dibawakan oleh seorang bocah sembilan tahun bernama Evan.

Berawal dari kesenangannya pada mainan, Evan sering mengulasnya dan siapa sangka, berkat hobinya itu media Business Insider memperkirakan Evan bisa meraih berpenghasilan US$ 134.000 sampai US$ 1,32 juta per tahun atau Rp 1,7 miliar sampai Rp 17,3 miliar per tahun.

EvanTubeHD termasuk salah satu saluran yang memiliki banyak pelanggan dan videonya banyak ditonton. Sejak bergabung pada 20 September 2011, kini EvanTubeHD telah memiliki 1.400.227 pelanggan dan videonya ditonton sebanyak 1.240.044.041 kali.


Evan mengulas mainan dan video game yang ia gemari. Dengan lancar dia berbicara depan kamera tentang kelompok usia yang cocok memainkan produk terkait. Boks pada mainan itu dibuka, lalu Evan menunjukkan apa saja yang dapat dilakukan dengan mainan itu.

Baca juga: Begini Cara How-old.net Menebak Umur Anda

Ayahnya merekam dengan kamera, mencatat hal penting yang diucapakan Evan, menambahkan efek khusus, lalu mengunggah ke YouTube. Kadang-kadang ibu dan adik perempuan Evan ikut dalam video ulasan. Kadang, Evan juga mengulas objek wisata yang cocok untuk anak.

Video pertama Evan adalah stop motion dari karakter boneka-boneka dalam game mobile Angry Birds. Evan sangat menyukai game buatan Rovio asal Finlandia ini dan memberitahukan video pertamanya kepada teman sebaya.

"Ketika kami mulai, kami sedang membuat video yang rencananya tayang bulanan sebagai proyek kecil yang menyenangkan," kata Jared, ayah Evan.

"Itu menarik perhatian siapa saja untuk melihatnya. Lalu video stop motion kami diputar mencapai 1 juta kali yang membuat kami mulai menyadari betapa besar angka ini," kenang Jared kepada Newsweek pada Oktober 2013 lalu.

Dari sana Evan mendapatkan permintaan mengulas dan membicarakan tentang mainan. Sang ayah, yang memiliki saluran video DaddyTube di YouTube, mengemas video dengan cara yang out of the box dan kreatif.

Menjaga Privasi

Nama Evan dengan cepat dikenal banyak anak dan orangtua yang menyukai mainan, tetapi orangtuanya berusaha agar Evan dan adiknya tidak merasa bahwa mereka punya popularitas tinggi di YouTube.

Menurut Jared, Evan tetap seperti anak pada umumnya. Pergi ke sekolah. Masuk ke kelas. Mengerjakan tugas. Bergaul dengan teman sebaya. Aktivitas di luar sekolah yang dijalani Evan adalah kursus karate, dan tentu saja, bermain komputer dan game kesukaannya.

Orangtua tetap ingin seperti ini. Jared memutuskan untuk tidak mengungkap nama belakang Evan dan anggota keluarga lain untuk menjaga privasi mereka dan tidak ada informasi rinci di saluran YouTube mereka.

"Saya dan istri saya agak ragu-ragu untuk menginformasikan apapun yang dapat digunakan untuk melacak di mana kita hidup atau ke mana anak-anak pergi ke sekolah," kata Jared.

Jared memang bekerja penuh waktu sebagai fotografer dan videografer untuk rumah produksi. Popularitas video EvanTubeHD disebutnya hanya sebuah kebetulan, begitu juga dengan tawaran iklan dan kerja sama lain berkat video-video mereka.

Saat ini EvanTubeHD memiliki tim khusus yang menjual iklan dan melakukan negosiasi penawaran dengan para pebisnis dan pemilik merek. Penghasilan mereka datang dari produk-produk mainan yang diulas dalam video, serta iklan yang muncul di video.

Keluarga ini kemudian mengembangkan bisnis mereka dengan membuat dau saluran baru di YouTube. Pertama adalah EvanTubeRaw yang menampilkan video di balik layar sebuah produksi video Evan dan video blog keluarga, dan EvanTubeGaming yang fokus pada komentar ayah dan anak pada sebuah video game dan cara permainan sebuah game.

Jared berkata semua penghasilan dari saluran YouTube langsung masuk ke tabungan dan rekening investasi untuk masa depan anak mereka. (adt/eno)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER