Menurutnya, harga ponsel 4G LTE bisa berada di level Rp 400 ribu dalam waktu tiga sampai empat tahun lagi. Harga ponsel yang makin terjangkau itu didorong oleh ketersediaan pasokan komponen yang makin murah dan makin banyak.
Rudiantara telah memberi mandat implementasi jaringan pitalebar sebagai salah satu agenda utama yang harus dijalankan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) agar mengarahkan percepatan infrastruktur Internet cepat bagi para pelaku bisnis, baik perusahaan penyedia perangkat, perusahaan operator seluler, serta pemasok komponen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang siapkan aturan TKDN. Nanti saya akan bertemu Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk menyelesaikan regulasi ini biar semuanya jelas," ujar Rudiantara.
Dengan semakin banyak warga yang memanfaatkan 4G LTE, Rudiantara pun memprediksi teknologi 2G bakal ditinggalkan.
"2G itu tinggal tunggu masalah waktu. 2G tidak digunakan oleh industri. Tapi bagaimana kita buat agar tidak merugikan," katanya.
Menurut data internal Kemenkominfo, jumlah pengguna layanan 2G di Indonesia masih tinggi, sekitar 70 persen dan hanya 30 persen yang memanfaatkan 3G.
Secara teknologi, teknologi 4G LTE lebih efisien ketimbang 3G dan 2G. Sumber daya frekuensi yang yang dibutuhkan untuk 4G LTE lebih hemat. Dari sisi jangkauan, sebuah BTS 4G LTE juga bisa melayani lebih luas dengan kapasitas lebih besar.
Kemenkominfo berupaya mendorong agar sejumlah spektrum frekuensi dapat menggelar teknologi netral, di mana satu rentang spektrum bisa dimanfaatkan untuk lebih dari satu teknologi jaringan.
(eno)