CNN Indonesia berkesempatan mengunjungi pabrik baru Haier tersebut. Untuk produksi ponsel pintar berteknologi 4G Smartfren, mereka menargetkan lima lini produksi. Tapi saat ini baru satu saja yang sudah aktif bekerja.
"Kami baru punya 40 pekerja dalam satu lini. Kami tidak memakai banyak tenaga robot karena aturan TKDN," ujar Tatok Triwuryantoro selaku Production Administration Haier Indonesia kepada sejumlah awak media, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatok mengaku, pabrik Haier Indonesia belum memikirkan soal penggunaan tenaga kerja robot untuk ke depannya, namun kemungkinan besar 'pekerja' robot melakukan pengecekan sinyal CDMA dan GSM pada proses perakitan ponsel.
Dengan jumlah pekerja yang masih 40 orang, Tatok menuturkan, dalam satu hari produksi ponsel pintar Smartfren normalnya mencapai 600 hingga 700 unit. Seiring nanti bertambahnya pekerja, kapasitas maksimum produksi per hari diharapkan bisa mencapai 1.200 unit.
Sementara TKDN yang sudah dicapai oleh produksi ponsel pintar Smartfren sampai saat ini sudah mendekati 30 persen.
Haier menggelontorkan dana sekitar US$ 1 juta atau sekitar Rp 12,9 miliar untuk pembangunan pabrik di Cikarang tersebut.
Sesuai rencana, seiring pabrik Haier beroperasi, enam bulan pertama sebagai tahap awal perusahaan bakal memproduksi setidaknya 50 ribu unit produk per bulan. Setelah itu, secara bertahap jumlah kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 125 ribu unit tiap bulan.