Pabrik Ponsel Haier di Bekasi Mulai Beroperasi

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 21/05/2015 17:26 WIB
Dimulai dengan 40 tenaga kerja, pabrik ponsel Haier yang terletak di Cikarang, Bekasi mulai memproduksi hingga 700 unit ponsel setiap hari. Pekerja pabrik Haier Indonesia yang sedang melakukan proses perakitan ponsel pintar Smartfren (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen perangkat elektronik asal Tiongkok, Haier Group sudah memulai aktivitas perakitan ponsel pintar di pabrik barunya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Salah satu merk lokal yang menjadi mitranya adalah Smartfren.

CNN Indonesia berkesempatan mengunjungi pabrik baru Haier tersebut. Untuk produksi ponsel pintar berteknologi 4G Smartfren, mereka menargetkan lima lini produksi. Tapi saat ini baru satu saja yang sudah aktif bekerja.

"Kami baru punya 40 pekerja dalam satu lini. Kami tidak memakai banyak tenaga robot karena aturan TKDN," ujar Tatok Triwuryantoro selaku Production Administration Haier Indonesia kepada sejumlah awak media, Kamis (21/5).


TKDN yang memiliki kepanjangan Tingkat Komponen Dalam Negeri merupakan regulasi pemerintah untuk perangkat ponsel pintar yang mendukung teknologi 4G LTE.

Tatok mengaku, pabrik Haier Indonesia belum memikirkan soal penggunaan tenaga kerja robot untuk ke depannya, namun kemungkinan besar 'pekerja' robot melakukan pengecekan sinyal CDMA dan GSM pada proses perakitan ponsel.

Dari pantauan CNN Indonesia, dalam satu lini produksi yang sudah bekerja, sejauh ini masih menggunakan pekerja manusia di bagian pengujian radio frekuensi (RF) sinyal CDMA dan GSM-nya.

Dengan jumlah pekerja yang masih 40 orang, Tatok menuturkan, dalam satu hari produksi ponsel pintar Smartfren normalnya mencapai 600 hingga 700 unit. Seiring nanti bertambahnya pekerja, kapasitas maksimum produksi per hari diharapkan bisa mencapai 1.200 unit.

Sementara TKDN yang sudah dicapai oleh produksi ponsel pintar Smartfren sampai saat ini sudah mendekati 30 persen.

Haier menggelontorkan dana sekitar US$ 1 juta atau sekitar Rp 12,9 miliar untuk pembangunan pabrik di Cikarang tersebut.

Sesuai rencana, seiring pabrik Haier beroperasi, enam bulan pertama sebagai tahap awal perusahaan bakal memproduksi setidaknya 50 ribu unit produk per bulan. Setelah itu, secara bertahap jumlah kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 125 ribu unit tiap bulan.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK