Penjelasan analisis mengenai suara terompet yang menyeramkan itu menjabarkan bencana alam, peradaban alien, hingga jalur komunikasi perangkat nirkabel berpotensi jadi penyebabnya. Dengan kata lain, fenomena suara terompet tersebut masih bisa dijelaskan secara ilmiah.
Adapun fenomena alam tak biasa lainnya yang awalnya sulit diterima menggunakan nalar namun akhirnya bisa dijelaskan dari sisi ilmiahnya, yakni, Northern Lights.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca: Suara Seperti Terompet Terdengar dari Langit
Aurora borealis sendiri adalah fenomena ketika langit utara menampilkan cahaya berwarna hijau dan merah muda, kadang-kadang juga memperlihatkan bayangan warna merah, kuning, biru, dan ungu. Aurora juga seringkali dinamakan sebagai dancing lights atau cahaya menari.
Baca: Suara Terompet dari Langit Terdengar di AS Hingga Jerman
Sesuai penelitian secara ilmiah, Northern Lights bisa terjadi ketika ada tabrakan antara partikel gas di atmosfer Bumi dengan partikel bermuatan listrik yang keluar dari atmosfer Matahari.
Angin surya menghembuskannya ke arah Bumi, partikel tersebut sebagian besar dibelokkan oleh medan magnet Bumi. Namun, medan magnet Bumi lebih lemah di kedua kutubnya, sehingga beberapa partikel masuk ke atmosfer Bumi dan berbenturan dengan partikel gas.
Tabrakan inilah yang memancarkan cahaya yang kemudian makhluk di Bumi bisa saksikan seperti menari-nari di bagian utara Bumi.
Variasi warna yang timbul berasal dari tipe partikel gas yang mengalami tabrakan. Warna yang paling sering timbul, yaitu hijau kekuning-kuningan, diproduksi dari molekul oksigen yang terletak sekitar 96 kilometer di atas Bumi. Sementara Aurora warna merah biasanya berasal dari oksigen di ketinggian 321 kilometer. Untuk Aurora warna biru atau merah keungu-unguan dipercaya berasal dari nitrogen.
Sebetulnya tak hanya di bagian utara Bumi, namun bagian selatan juga bisa 'terserang' Aurora ini. Sebutan cahaya menari untuk bagian selatan adalah Aurora australis.
Musim dingin atau bulan September, Oktober, Maret, dan April dianggap sebagai waktu terbaik untuk bisa menyaksikan cahaya Aurora ini karena minimnya polusi udara. Aurora borealis malah sekarang menjadi salah satu atraksi yang memikat hati bagi para turis yang tengah berlibur ke negara-negara bagian utara dan selatan.
(tyo/tyo)