Dari data teranyar yang diperlihatkan oleh perusahaan antivirus Vaksincom, Indonesia menempati posisi kelima dari 20 besar negara skala global sebagai korban penyebaran malware GameOver Zeus per Maret 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cepat sekali penyebarannya dan menjangkit banyak orang, seperti tren batu akik. Karena proses enkripsi data para pengguna berlangsung secara diam-diam, sehingga mereka cenderung baru sadar ketika mendapati datanya hilang," ucap Alfons saat ditemui CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (26/5).
Cepat sekali penyebarannya dan menjangkit banyak orang, seperti tren batu akikAlfons Tanujaya |
"Sampai hari ini belum ada sih pelaku dari Indonesia. Bakal lebih gampang sebenarnya kalau mau melacak aksi lokal," kata Alfons lagi.
Gameover Zeus sendiri dibuat oleh hacker Rusia bernama Evgeniy Bogachev yang saat ini menjadi buronan paling dicari oleh FBI. Bahkan pemerintah AS, rela memberikan hadiah US$ 3 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan dirinya.
Bogachev yang dikenal di internet sebagai "lucky 12345", atau "slavik", memang dikenal sebagai sosok jenius di dunia hitam kejahatan internet. Pria 30 tahun ini juga dikenal sebagai pembuat Cryptolocker, malware yang mampu menyandera komputer korbanya untuk meminta tebusan sejumlah uang.
Serangan akibat GameOver Zeus sendiri ditaksir sudah menyebakan kerugian hingga US$ 100 juta atau setara Rp 1,32 triliun.