Sedikit memberikan gambaran, dengan e-KTP semua informasi penduduk maka dapat tersentralisasi dan masuk ke dalam data komputer. Hal yang paling membedakan e-KTP dengan versi konvensional adalah, e-KTP ditanamkan cip di dalamnya untuk merekam data digital.
"Ini tampak seperti bukan identitas elektronik, ya. Walau ada cip di dalamnya," kata NG Fook Seng, Senior VP Government Programs, Gemalto Asia, keheranan saat ditunjukkan e-KTP kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fook Seng mengatakan, pada intinya bukan 'gaya-gayaan' kartu identitas bisa disebut elektronik KTP. Tetapi, kegunaanya yang terpusat dan dapat membantu warga juga harus dimaksimalkan.
"Contoh begini, kita pakai e-KTP di rumah sakit, maka semua riwayat kesehatan dapat dilihat. Atau saat membuka rekening bank, pihak bank sudah tak perlu lagi mengecek apakah benar ini kartu identitas pemiliknya. Karena semua sudah terkomputerisasi," katanya kepada sejumlah wartawan, di Kantor Pusat Gemalto Asia yang berbasis di Singapura, Kamis (4/6).
Jika KTP konvensional atau e-KTP tapi tak tersinkronisasi dengan pusat data maka akan sia-sia. Karena kejadian buruk, misalnya KTP hilang dan diganti fotonya untuk kepentingan negatif bisa saja dilakukan. Karena itu tadi, semakin mudah memalsukan kartu identitas.
"Jadi, intinya e-KTP idealnya dibuat untuk dokumentasi informasi penduduk secara digital dan memang tantangan bagi pemerintah untuk bagaimana mengimplementasikannya," kata Fook Seng, menandaskan. (adt)