Network Security Management Telkomsel, Ariyanto Setyawan memaparkan, pelanggan operator seluler mulai menjadi target utama dari kejahatan siber mengingat ponsel pintar sudah jadi alat yang tak bisa 'lepas' dari penggunanya.
"Pelanggan itu sasaran yang dominan bagi dalang malware. Bisa melalui virus bot atau zombie," kata Ariyanto pada acara Simposium Nasional Cyber Security 2015 di Jakarta, Kamis (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malah, bukan tak mungkin apabila si peretas menyebarkan pesan teks atau SMS broadcast ilegal yang isinya bersifat ajakan untuk melakukan transaksi penipuan, macam modus "Mama Minta Pulsa," atau pengelabuan berupa tautan yang sebenarnya adalah jebakan untuk menyisipkan malware ke perangkat konsumen.
Dari situ, bukan tak mungkin apabila data dari si pemilik ponsel pintar dicuri oleh peretas. Ponsel pintar saat ini telah menjadi perangkat yang sifatnya sangat personal. Di sana email sering diakses, di sana pula pembicaraan penting dilakukan, sampai nomor kartu kredit sering digunakan untuk belanja.
Ariyanto pun menjabarkan secara singkat inti masalah dari perusahaan operator telekomunikasi. Salah satunya adalah salah konfigurasi dan pemilihan teknologi yang tidak tepat.
Ia juga meyakini, kesadaran diri yang timbul dari tiap individu pelanggan perlu dibangun kembali agar lebih peka terhadap aksi-aksi yang mencurigakan seperti itu.
"Jika merasa tidak pernah punya hubungan dengan konten yang dikirimkan melalui SMS misalnya, ya sudah tidak usah dilanjutkan dan langsung hapus saja," ujarnya. (adt/ded)