Hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat ditemui CNN Indonesia di seminar Transformasi Cities Forum 2015 di Jakarta, Senin (8/6). Ia telah berjanji dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, untuk merealisasikannya.
"Pak Ahok ingin membuat Jakarta jadi smart city. Saya janjikan akhir tahun ini semua wilayah terjangkau 4G," kata Rudiantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengklaim telah mendorong operator seluler untuk membangun infrastruktur 4G LTE di Jakarta, dan diharapkan akan diperluas ke wilayah lain.
Di spektrum 900 MHz, XL dan Telkomsel masing-masing memiliki lebar pita 7,5 MHz, sementara Indosat memiliki sumber daya seluas 10 MHz.
Sementara itu, sumber daya frekuensi yang ideal untuk 4G LTE disebut 20 MHz. Kebutuhan itu bisa dipenuhi jika operator seluler memanfaatkan spektrum 1.800 MHz. Hingga kini tercatat XL dan Telkomsel mempunyai lebar 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, 10 MHz.
Namun sebelum dipakai untuk 4G LTE, Rudiantara terlebih dahulu melakukan tata ulang letak posisi blok spektrum 1.800 MHz milik empat operator GSM agar ditempatkan berdampingan, tidak lagi terpisah-pisah, agar mampu memberi layanan maksimal.
"Sekarang kita dorong biar 1.800 MHz ini selesai dan bisa maksimal nanti kecepatan internet kita," tegas Rudiantara.
Frekuensi milik XL Axiata dan Indosat di spektrum tersebut masing-masing terpisah jadi dua, Telkomsel terpecah tiga. Hanya Tri yang memiliki blok menyatu di sana.
Penataan spektrum 1.800 MHz telah dilakukan sejak 1 Mei 2015, dimulai dari Maluku dan Maluku Utara. Penataan akan terus berlanjut ke Indonesia bagian barat, terakhir di kawasan Jabodetabek.
(tyo)