Mimpi itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Alexander Rusli. Ia berharap nantinya akan ada konten lokal yang tak kalah bagus dengan aplikasi asing.
"OTT nasional harus kita bantu kembangkan supaya pelanggannya bisa mencapai 20 sampai 30 juta dalam setahun, dua tahun. Kalau berhasil, nanti ke depannya akan mudah bergulir sendiri," seru Alexander kepada awak media di sela pameran Indonesia Cellular Show (ICS) di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran perusahaan operator telekomunikasi dan para pengembang dinilai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tak akan maksimal jika masyarakat Indonesia tak berpartisipasi.
Lihat juga:Menkominfo Ingin 'Singkirkan' WhatsApp |
Rudiantara sempat membandingkan jejaring sosial Twitter yang berhasil menggaet sekitar 40 juta unique account di Indonesia. Dengan begitu, target 20 sampai 30 juta pengguna lokal yang memakai layanan OTT nasional diharapkannya bisa sungguh-sungguh tercapai.
"Yang jelas kita akan dukung sepenuhnya, enggak bisa setengah-setengah," sambung Alexander.
Pada Desember 2014 kemarin, perusahaan atau operator telekomunikasi sempat mengeluh bahwa mereka telah mengeluarkan banyak uang untuk membangun infrastruktur.
Ironisnya, pundi keuntungan dari penyediaan infrastruktur ini malah dinikmati sangat besar oleh pemain OTT internasional yang sama sekali tidak memberikan pendapatan untuk operator.
(eno)