Tom Wagg sedang menjalani program magang di Keele University di Inggris. Kala itu, ia mengamati data yang dikumpulkan oleh proyek Wide Angle Search for Planets (WASP) yang memindai jutaan bintang di malam hari untuk mencari "transit", yaitu momen sebuah planet melintasi di depan bintang yang terlihat dari Bumi.
Wagg pun menyadari adanya titik kecil di sinar bintang, yang berarti ada sebuah planet sedang melintasi di depannya. Padahal sebelum pengamatan Wagg, belum pernah ada yang melihatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para astronom di University of Geneva dan University of Liege mengkonfirmasi bahwa dilihat dari ukuran dan massanya, WASP-142b bisa diindentifikasi sebagai planet. Kabarnya pihak universitas akan mengusung kompetisi untuk pemberian nama yang layak.
Wagg sendiri mengaku tertarik menjalani program magang di Keele University karena kampus itu memiliki tim penelitian yang mempelajari khusus tentang planet-planet yang hidup di sekitar bintang selain Matahari, atau eksoplanet.
(eno)