Division Head Public Relations Indosat, Adrian Prasanto mengatakan, untuk kawasan Jabodetabek layanan StarOne sudah resmi dimatikan dan beberapa daerah lain bakal menyusul.
"Saat ini bertahap kita memang matikan infrastruktur dan layanan StarOne sesuai dengan Kepmen Kominfo untuk mempergunakan frekuensi tersebut untuk seluler," kata Adrian saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa Kemenkominfo telah menerbitkan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 30 Tahun 2014 tentang Penataan Pita Frekuensi Radio 800 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler tanggal 10 September 2014.
Di bulan Juni ini, Adrian berkata Indosat mulai menerapkan teknologi E-GSM di spektrum frekuensi 800 MHz yang sebelumnya dipakai StarOne.
Indosat dan Telkom yang memiliki layanan Flexi, memang meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengalihkan teknologi CDMA mereka ke E-GSM. Khusus Telkom, akan mengalihkan spektrum frekuensi Flexi kepada Telkomsel untuk selanjutnya digunakan pada layanan Kartu As. Telkom menargetkan migrasi pelanggan ini rampung pada akhir 2015.
Sementara operator CDMA lain, yaitu Smartfren dan Esia, memilih untuk menjalin kerja sama penyelenggaraan jaringan dan mendorong peralihan teknologi CDMA menuju jaringan mobile generasi keempat Long Term Evolution (4G LTE).
Esia akan mengalihkan sumber daya frekuensinya seluas 5 MHz kepada Smartfren di spektrum 850 MHz. Smartfren juga memiliki luas frekuensi yang sama di spektrum tersebut. Sehingga, jika digabungkan, maka kedua operator ini memiliki luas 10 MHz di spektrum 850 MHz.
Saat ini sejumlah pelanggan Esia sebenarnya telah memakai jaringan dari Smartfren. (adt/adt)