Kamis pekan lalu, para sopir taksi di beberapa kota Perancis melakukan aksi blokir jalan sebagai bentuk protes terhadap layanan Uber. Mereka sampai membakar ban bekas di jalan dan membalikkan mobil.
Baca juga: Presiden Perancis Kecam Aksi Anarkis Tolak Uber
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah terjadi kekerasan pekan lalu, kami telah memutuskan untuk menangguhkan UberPop, sampai nanti keluar keputusan Mahkamah Konstitusi pada bulan September nanti. Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi 500.000 penumpang uberPop kami di Perancis, serta pengemudi yang memakai platform," tulis Uber dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Tech Crunch.
Kehadiran UberPop memicu protes karena para sopir taksi menilai kompetisi tidak adil. Sopir UberPop tidak memegang lisensi pengendara transportasi umum dan menyediakan harga di bawah harga pasar.
UberPop dilarang di beberapa negara dan kota, termasuk Brussels, Belanda, dan Perancis. Keputusan menghentikan UberPop kali ini sedikit berbeda, karena pertama kali dihentikan oleh Uber sendiri tanpa perintah pengadilan. Pihak berwenang Perancis akan mengeluarkan keputusan terkait izin UberPop pada September tahun ini.
Layanan Uber yang lain di Perancis tidak ikut dihentikan. Dengan ini para pengemudi yang ingin bergabung di Uber wajib memiliki lisensi profesional dan mengikuti pelatihan 250 jam.
Uber berkata mereka akan berbicara dengan pengemudi UberPop dan mendorong agar mereka mendapat lisensi profesional agar menjadi pengemudi mitra UberX dan Uber. (adt/eno)