Progress 60 membawa lebih dari tiga ton persediaan kargo yang di antaranya terdiri dari 879 kilogram bahan pembakar, 48 kilogram pasokan oksigen, 420 kilogram pasokan air, serta 1.421 kilogram onderdil dan peranti keras untuk eksperimen.
ISS terakhir kali dipasok kebutuhan pada 14 April 2015. Kehadiran Progress 60 menandai tak ada lagi ancaman kelaparan atau hambatan penelitian yang harus dilakukan astronaut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dalam sebuah kicauan di Twitter, Elon Musk selaku pemilik perusahaan SpaceX, berkata bahwa kecelakaan kala itu disebabkan oleh tangki oksigen cair yang pecah di udara. Ia berjanji tim SpaceX bakal melakukan analisis menyeluruh untuk mengetahui penyebab tangki pecah.
Kemudian pada pertengahan Mei lalu, pesawat kargo Progress 59 yang juga dijadwalkan memasok kebutuhan para astronaut yang sudah mengangkasa tiba-tiba berputar tanpa kendali, sehingga sulit untuk masuk ke dok ISS. Tak lama setelahnya, pesawat yang bobotnya 9.500 kilogram itu kembali ke atmosfer Bumi dan terbakar di sana.
Pihak NASA selalu berusaha meyakinkan bahwa kegagalan pesawat kargo yang berkali-kali mengalami kecelakaan tersebut tidak pernah mengancam kehidupan para astronaut di ISS karena persediaan mereka sebetulnya cukup sampai bulan Oktober yang akan datang. (adt)