ZTE menyebut teknologi ini sebagai "pra-5G" yang diklaim mampu menyediakan kecepatan lebih tinggi dari jaringan 4G.
Wakil Presiden ZTE Li Cui, mengatakan ZTE berencana mendirikan pusat penelitian dan pengembangan teknologi nirkabel di Tokyo pada akhir 2015, namun enggan mengungkap nilai investasi yang mereka keluarkan di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara global, ZTE menginvestasikan US$ 220 juta untuk penelitian 5G dan teknologi komunikasi mobile antara 2015 sampai 2018.
ZTE merupakan salah satu produsen yang menyediakan perangkat dan infrastruktur 4G LTE. Perusahaan mencatat kenaikan 42 persen laba bersih kuartalan yang berakhir April 2014 karena permintaan kuat untuk infrastruktur 4G secara global.
International Telecommunication Union (ITU), organisasi terpisah dari PBB yang mengatur teknologi komunikasi global, telah sepakat mendefinisikan kecepatan maksimum Internet mobile generasi kelima tersebut dapat mencapai kecepatan maksimal 20 gigabit per detik (Gbps).
ITU menargetkan teknologi 5G telah diterapkan pada gelaran besar Olimpiade di PyeongChang, Korea, di mana menjadi momen pertama kalinya Internet 5G dikomersialkan.
Setelah itu, ITU ingin mulai menerapkan spektrum internasional untuk jaringan 5G pada 2019 sebagai bentuk persiapan untuk peluncuran global pada 2020. (adt/eno)