Pihak NASA baru mempublikasikan bahwa Claudia tutup usia pada 11 Juli 2015 lalu karena mengidap kanker payudara selama 10 tahun. Ia meninggal di usia 56 tahun. Perannya di NASA pun tak sembarangan.
Claudia akan selalu dikenang sebagai pengelola proyek pesawat Galileo yang tak lain adalah sang penjelajah planet Jupiter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Fakta-fakta tentang Pluto yang Ternyata Salah
Claudia lahir di Kanada pada 1959. Ia dan keluarganya hijrah ke California sehingga masa kecilnya tumbuh di sana.
Ia mulai bekerja di JPL NASA pada tahun 1986 dan bergabung ke dalam tim misi Galileo tiga tahun sebelum pesawat antariksa itu diluncurkan untuk memelajari Jupiter beserta bulan-bulannya.
Claudia kala itu mengklaim bahwa misi Galileo sangat menakjubkan dan sepadan dengan perjuangan tim yang telah berupaya mewujudkan proyek tersebut.
Lalu di tahun 2000, Claudia terpilih menjadi pemimpin proyek peneliti AS di misi Rosetta milik badan antariksa Eropa ESA. Misi Rosetta adalah mendaratkan pesawat antariksa tanpa awak di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko yang sukses dilaksanakan November 2014 lalu.
Claudia kepada Los Angeles Times tahun lalu mengatakan, dirinya sebagai wanita berdarah Afrika-Amerika yang berkecimpung di bidang dengan mayoritas laki-laku berkulit putih, ia merasa mampu berperan secara efektif sebagai jembatan antara NASA dan ESA.
"Saya terbiasa berjalan di antara dua budaya yang berbeda. Bagi saya, ini adalah satu di antara tujuan hidup saya, yaitu membawa kita semua ke arah pemahaman untuk bersatu dengan eksplorasi 'gila' yang sebenarnya tak bisa kita lakukan setiap hari," ujar Claudia. (adt)