Bila ponsel BlackBerry tak diminati lagi, bukan tidak mungkin perusahaan asal Kanada tersebut bakal berhenti menjual ponsel pintar jika segala upaya gagal menuai hasil. Demikian perkataan CEO BlackBerry Jhon Chen dalam sebuah wawancara.
Saat ini yang dilakukan perusahaan masih dapat mengurangi jumlah model, menghentikan perangkat low-end dan lebih fokus pada profesional serta pekerja pemerintah untuk membawa bisnis smartphone kembali ke profitabilitas, kata Chen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia masih punya jalan panjang memfokuskan ke handset sebelum perangkat lunak bisnis menjadi dominan. Smartphone menyumbang hampir setengah dari pendapatan untuk tahun fiskal perusahaan yang berakhir pada bulan Februari.
Walau fokus baru pada perangkat lunak, BlackBerry telah memperkenalkan beberapa ponsel baru di bawah Chen, termasuk Passport yang mempunyai bentuk yang tak biasa
"Ponsel murah seperti Leap , diresmikan pada bulan Maret, tidak mungkin menjadi bagian dari bisnis perangkat BlackBerry yang menguntungkan," kata Chen.
"Sulit untuk bersaing dengan produsen China dan India. Segmen low-end bukan tempat yang manis bagi BlackBerry."
Salah satu tantangan BlackBerry saat ini adalah terus mengembangkan smartphone baru, kata Chen.
(tyo)