F-35 memiliki kemampuan yang lengkap. Mulai dari kemampuan siluman nan canggih, kecepatan supersonik, kelincahan yang ekstrim, pengacak radar, dan teknologi sensor fusi yang hebat. Pesawat ini diklaim bisa melakukan serangan udara-ke-udara, udara-ke-darat, pengintaian, pemantauan, sampai misi reconnaissance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengelola dan mengoperasikan program Joint Strike Fighter tersebut selama masa operasinya, Pentagon menginvestasikan hampir US$ 1 triliun, seperti diungkap oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintahan (GAO). Dengan harga dan investasi sebesar itu, program F-35 adalah yang termahal di dunia.
Tapi Lockheed Martin, kontraktor utama pesawat itu, mengatakan laporan itu tak lengkap. Pesawat yang sedang dites masih belum dilengkapi dengan software, sistem persenjataan, atau teknologi kamuflase, yang semestinya ada pada F-35 yang siap pakai.
Masalahnya, bukan itu saja persoalan yang mencuat dari balik dapur pacu F-35. Sebelumnya, pada 2014, seluruh armada F-35 sampai di-grounded karena mesin yang terbakar.
Meski ada banyak persoalan, angkatan bersenjata AS sudah tak sabar menunggu kehadiran F-35. Salah satunya adalah kesatuan Marinir. Jenderal Joseph Dunford, komandan Korps Marinir AS, saat ini sedang menimbang-nimbang paperwork F-35, yang bila diteken, akan membuat F-35 yang didesain khusus untuk Angkatan Laut, akan menjadi F-35 pertama yang berfungsi penuh. (ded/ded)