Perusahaan di Selandia Baru memiliki cara baru untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor dengan mendaur ulang sisa hasil olahan bir. Mengutip situs Popular Science, mereka menggunakan sisa dari proses pembuatan bir, yaitu adukan buih yang tidak dipakai dalam proses fermentasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bisa menciptakan bahan bakar baru untuk mobil dari bir, tentu saat proses pencampuran tersebut harus diperhatikan secara rinci karena jika menggunakan bahan bakar yang tidak tepat, mesin mobil bisa mengalami kerusakan.
Sebetulnya menggunakan etanol bukanlah hal baru. Di Amerika Serikat, jagung sengaja dipanen secara eksklusif untuk digunakan menjadi biofuel. Catatan, biofuel memiliki arti bahan bakar yang berasal langsung dari materi hidup.
Adapun baru-baru ini maskapai penerbangan United Airlines mengumumkan akan beroperasi menggunakan bahan bakar dari kotoran dan lemak binatang.
Upaya tersebut adalah untuk membatasi emisi gas rumah kaca yang kebanyakan berasal dari bahan bakar jet pada penerbangan komersil.