Sejumlah sumber yang dekat dengan investasi ini mengatakan kepada The Wall Street Journal, bahwa salah satu investor yang mendanai Uber adalah Microsoft dan perusahaan konglomerat media Bennett Coleman & Co's Times Internet asal India (The Times Group).
Namun, menurut laporan Bloomberg, hingga saat ini Microsoft masih mempertimbangkan untuk berinvestasi di Uber dan belum membuat keputusan akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, juru bicara Uber enggan mengomentari spekulasi terkait pendanaan baru ini, namun mengakui perusahaan membuka babak investasi baru.
Beberapa waktu lalu Uber mengatakan bakal menginvestasikan US$ 1 miliar di India selama sembilan bulan ke depan, untuk memperluas layanan di pasar terbesar di luar Amerika Serikat.
Uber didirikan di San Francisco, California, Amerika Serikat, oleh Travis Kalanick dan Garreth Camp pada 2009 silam. Perusahaan rintisan ini dengan cepat meningkatkan valuasi mereka.
Google dan Alibaba merupakan dua perusahaan teknologi besar yang sebelumnya sempat berinvestasi di Uber.
Aplikasi Uber menghubungkan para sopir mobil dengan penumpang dan membayar tarif perjalanan dengan kartu kredit yang sebelumnya telah didaftarkan. (adt)