Pembajak Jadi Musuh Bersama Guvera dan Apple Music

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2015 10:27 WIB
Pembajak Jadi Musuh Bersama Guvera dan Apple Music Guvera, layanan streaming musik sebagai wadah apresiasi musik secara legal (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Guvera mengaku tak menganggap Apple Music pesaingnya. Sebaliknya, keduanya berada di industri yang sama dengan tantangan yang serupa pula.

Guvera dengan seluruh fiturnya coba menawarkan cara menikmati musik dengan cara berbeda. Upaya ini juga diharapkan bisa kembali memperbaiki bisnis industri musik yang dirusak para pembajak.

Guvera yang sudah berdiri sejak 2008 telah hadir di 20 negara, salah satunya Indonesia. Dan menurut Head of Business Development Guvera Asia, Ananya Amin bisnis seperti ini akan terus tumbuh di masa mendatang.


Hal itu terlihat dari munculnya berbagai layanan sejenis. Satu yang paling baru dan banyak dibicarakan adalah layanan Apple Music. Layanan ini menawarkan fungsi yang sama dengan Guvera dengan beberapa perbedaan.

"Kami tak menganggap Apple Music sebagai ancaman. Kami menyambut baik kemunculannya dan sama-sama berada di tempat yang sama, yaitu piracy war," ungkap Head of Operation & Marketing Guvera Indonesia, Onny Roberts saat dijumpai di Jakarta.

Ia melanjutkan, "justru musuh utama kami adalah pengunduhan ilegal."

Guvera menyatakan telah menjalin kerjasama dengan label rekaman besar selama delapan tahun dan dua tahun kemitraan dengan 150 musisi terkenal dan pendatang baru.

Guvera telah hadir di 20 negara seperti Ukraina, Veitnam, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Venezuela, dan Indonesia.

Diketahui pengguna Apple Music dapat menikmati layanan streaming musik bebas biaya untuk tiga bulan pertama, setelah itu akan dikenakan biaya US$ 9,99 per bulan.

Selain itu, Apple juga menyediakan paket langganan untuk keluarga dengan banderol US$ 14.99 per bulan untuk enam orang terdaftar.


(eno)