Bobrok ini dibuka oleh media lokal setempat Nikkei yang mengupas mengenai horor di balik tembok perusahaan tersebut. Bahkan disebut-sebut perlakuan Konami ke karyawannya bagaikan seorang tahanan.
Baca: Media Jepang Ungkap Kengerian di Konami
Bagaimana tidak sejumlah aturan ketat tak manusiawi dilakukan oleh Konami untuk mendorong kerja, perilaku dan rahasia dari isi kotak Konami. Dari laporan tersebut berikut daftar perlakuan Konami ke karyawannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nikkei menyebut karyawan yang ingin makan siang akan dipantau dengan kartu absen. Apabila makan melewati jam makan siang, nama karyawan akan disebut melalui pengeras suara.
Sebagian besar karyawan tidak memiliki email kantor secara permanen. Kebijakan ini dilakukan agar karyawan Konami tak bisa dikontak perusahaan lain dan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik.
Para pegawai yang dilihat tidak lagi mampu berguna dan berfungsi untuk Konami akan dialihkan ke lapangan kerja yang lain. Bahkan beberapa dari mereka dipindahk ke posisi tak semestinya seperti menjadi petugas keamanan dan kebersihan di pabrik produksi mesin Pachinko.
Konami juga memantau karyawan dan mantan karyawan melalui media sosial. Sampai-sampai Konami memeriksa akun Facebook karyawan yang me-like status pegawai yang mengumumkan bahwa dirinya keluar dari Konami. Bila terbukti di-like, bukan tidak mungkin karyawan tersebut akan digeser posisinya.
Sampai saat ini Konami belum memberikan keterangan mengenai skandal yang diberitakan tersebut. (tyo)