Robot yang memiliki ukuran lengan sepanjang 6,4 meter itu berada di Marshall Space Flight Centre di Alabama, Amerika Serikat. Robot raksasa itu nantinya bakal memberikan teknologi modern untuk mengembangkan proses manufaktur struktur roket berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi.
Kepala robot NASA bisa 'menampung' 16 gulungan serat karbon yang terlihat seperti potongan pita dengan ketipisan bak rambut manusia. Bagian kepala robot tersebut sengaja diciptakan secara fleksibel agar fungsinya bisa berubah untuk proyek lain dan berbagai jenis manufaktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Struktur roket yang akan dibangun oleh robot NASA diperkirakan memiliki ukuran diameter lebih dari delapan meter. Ukuran tersebut dianggap menjadi struktur terbesar yang pernah dirakit untuk wahana antariksa.
"Peran robot kami akan membantu biaya teknologi pemanufaktur ke arah yang lebih hemat untuk sebuah kendaraan luar angkasa," ujar teknisi dari Marshall, Justin Jackson yang berperan dalam pemasangan dan pemantauan kinerja robot.
Misi pengiriman astronaut ke Mars yang digagas oleh NASA rencananya akan dijalankan pada tahun 2020 atau 2030-an. Dari rencana yang sedari awal sudah digembar-gemborkan, NASA bakal menggunakan pesawat Orion yang pengembangannya meraup dana lebih dari US$ 9 miliar. (adt)