Terinspirasi dari tulisan Sarah Larson dari The New Yorker, Facebook menganalisis penggunaan 'dialek' tawa dari pengguna internet khususnya di jejaring sosial miliknya ketika mereka berkomunikasi satu sama lain. Facebook menemukan variasi tertawa, yaitu "haha", "hehe", menggunakan emoji, hingga "lol" (laughing out loud).
Facebook menyatakan, ada sebanyak 15 persen orang sudah pasti memasukan 'bahasa' tertawanya itu di dalam sebuah obrolan, publikasi, atau komentar di ranah online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal frekuensi gaya tertawa, Facebook menyatakan bahwa sekitar 46 persen orang mempublikasikan satu tawa saja dalam sepekan, sementara 85 persen pengguna mengekspresikan kurang dari lima tawa.
Orang-orang usia muda dan kaum perempuan lebih menyukai pakai emoji, sementara para lelaki doyan menggunakan gaya tertawa "hehe" yang lebih panjang, serta masyarakat dari Seattle dan San Francisco doyan pakai "haha".
Untuk keseluruhan usia dari 13 sampai 70 tahun, gaya tertawa yang paling umum adalah "haha", "hahaha", dan "hahahaha". Walau begitu, mereka yang menggunakan emoji lebih didominasi oleh kawula muda.
(eno)