Filosofi Alphabet, Induk Perusahaan Google

Trisno Heriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2015 11:17 WIB
Filosofi Alphabet, Induk Perusahaan Google Larry Page, salah satu pendiri Google yang kini menjabat sebagai CEO di Alphabet Inc. (Dok. Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alphabet diprediksi akan menjadi perusahaan besar, jauh di atas Google. Dan ternyata ada filosofi menarik di balik nama perusahaan tersebut.

"G untuk Google, dan Google bukan perusahaan konvensional," tulis Larry Page, salah satu pendiri Google yang kini menjabat sebagai CEO di Alphabet Inc.

Selain Page, petinggi Google lain yang bergabung ke Alphabet adalah Sergey Brin yang akan menjabat sebagi President. Selain itu ada juga Eric Schmidt sebagai Chaiman, Ruth Porat sebagai CFO dan David Drummond sebagai penasihat perusahaan.


Para pendiri Google, yang juga mendirikan Alphabet, punya ambisi jauh lebih besar saat mereka membuat Google yang awalnya hanya sebagai mesin pencari konten di Internet.

"Bagi saya dan Sergey, Alphabet adalah kehidupan baru bagi Google," tulisnya.

Dalam blog resmi Google yang ditulis oleh Page, para pendiri Google itu juga menjelaskan alasan mereka memilih nama Alphabet, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti abjad.

"Alphabet adalah kumpulan huruf yang merepresentasikan bahasa, salah satu temuan penting dalam sejarah manusia," kata Page.

Selain itu Alphabet juga bisa diartikan sebagai Alpha-bet (pertaruhan alfa), yakni sebuah investasi dan ide-ide besar yang akan dipertaruhkan oleh perusahaan tersebut.

"Saya tidak berniat menjadikan ini sebagai perusahaan raksasa dengan banyak produk. Intinya adalah perusahaan di bawah Alphabet harus bisa mandiri dan mengembangkan merek sendiri," tegasnya.

Sergey Brin, President Alphabet Inc

Alphabet diketahui akan menangani berbagai bisnis yang dulu dipegang Google seperti laboratorium eksperimental Google X, laboratorium riset medis Calico, dan berbagai riset yang berkaitan dengan sains. Alphabet juga akan membawahi sayap bisnis investasi Google Ventures dan Google Capital.

Sementara Google hanya akan fokus ke berbagai produk yang berkaitan langsung dengan pengguna, misalnya saja mesin pencari, iklan digital Google Ads, Google Maps, YouTube, dan Android.

Sepeninggalan Page, Google kini dipimpin oleh Sudhar Pichai yang selama ini menjabat sebagai Senior Vice President divisi Android.


(eno)