Jakarta disebut GrabBike sebagai pasar sangat potensial karena mobilitas warga di kota ini sangat padat dan cepat. Jika mau ekspansi, GrabBike bakal lebih dulu memperluas sayap bisnisnya di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Biasanya kalau bicara soal Jakarta, pasti diikuti oleh Bodetabek. Mungkin akan jadi rencana selanjutnya, tapi untuk saat ini masih fokus di ibukota dulu karena belum mampu menjawab permintaan di luar Jakarta," tutur Head of Country Manager GrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki kepada media, Rabu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak GrabTaxi, yang menaungi GrabBike, berkata permintaan dari konsumen di Jakarta sangat tinggi, khususnya mereka yang ingin menembus kemacetan jalan.
Kiki mengklaim jumlah mitra pengojek GrabBike di Jakarta sudah mencapai angka “belasan ribu,” tetapi ia tidak menyebut angka pastinya.
Sementara kompetitornya, Gojek, mengklaim telah memiliki 15.000 mitra pengojek di seluruh wilayah operasional. Sejauh ini Gojek telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya. Agustus ini Gojek baru saja ekspansi ke Makassar.
Agar bisa menjadi mitra Gojek atau GrabBike, calon pengemudi terlebih dahulu harus melewati tahap pemeriksaan latar belakang individu, uji kelayakan kendaraan, juga pelatihan menggunakan aplikasi di ponsel pintar dan cara mengendarai sepeda motor yang aman. Mereka juga dilindungi oleh asuransi kecelakaan. (adt/ded)