Tak seperti kebanyakan gurita, si betina itu tidak mati setelah bertelur. Gurita betina itu tetap makan dan bertelur lagi.
Caldwell butuh 30 tahun untuk menyingkapkan perilaku-perilaku gurita mungil yang misterius itu, atau yang dikenal dengan nama Octopus chierchiae, dan 'sepupunya' yang berukuran lebih besar, atau yang lebih dikenal dengan nama Larger Pacific Striped Octopus (LPSO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Caldwell mengatakan terkesan dengan teknik berburu LPSO, seperti cara harimau, yaitu menguntit dan menerkam. Gurita mengidentifikasi mangsanya, menggelapkan tubuhnya dan mengkompresi tubuhnya, sebelum 'menerkam' mangsanya memakai tangannya.
DNA Gurita
Pada penelitian lain yang digelar terhadap gurita dua titik dari California, atau Octopus bimaculoides, para ahli berhasil memetakan DNA hewan itu dan mendapati fakta-fakta menarik soal genetika gurita. Mereka mendapati banyak gen yang belum diketahui sebelumnya, di antaranya berkaitan dengan pewarnaan kulit dan kamuflase.
Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nature pada Rabu (12/8) ini dilakukan oleh tim peneliti dari UC Berkeley dan Institut Sains dan Teknologi Okinawa, Jepang. (ded/ded)