"Lubang tersebut terletak di tengah-tengah sebuah galaksi yang sangat kecil, dan beratnya sekitar 50.000 kali berat matahari," ujar Vivienne Baldassare dari Universitas Michigan, seperti dikutip CBS News, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari situs the Space Reporter, para astronom dapat menemukan Lubang Hitam supermasif kecil tersebut berkat data-data yang diperoleh Chandra X-Ray Observatory dan juga teleskop Clay setinggi 6,5 meter.
Belum dapat dipastikan bagaimana Lubang Hitam supermasif dapat terbentuk. Namun, salah satu teori yang ada percaya bahwa Lubang Hitam supermasif terbentuk ketika massa dari bintang mati ambruk ke arah dalam, sehingga terbentuklah medan gravitasi yang sangat kuat. Kuatnya daya gravitasi menyebabkan benda apapun yang terhisap ke dalam Lubang Hitam supermasif akan hancur seketika.
Para astronom berharap bahwa dengan ditemukannya Lubang Hitam supermasif ini, para astronom dapat mengetahui asal-muasal terbentuknya Lubang Hitam supermasif dengan pasti. (ded/ded)