Seiring dengan ditemukannya kamera digital, bisnis pengembangan kamera film yang dijalankan Fujifilm mengalami penurunan drastis. Begitu berkurangnya pengguna analog hingga rival bisnis Fujifilm, Kodak, mengalami bangkrut. Mengingat Fujifilm juga bergerak di bidang yang sama, tak heran apabila masyarakat berpikir perusahaan tersebut juga akan bernasib serupa dengan Kodak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengatakan bahwa kami telah mencapai kemenangan," ujar Komori yang juga menduduki posisi pejabat pegawai eksekutif Fujifilm, "sulit untuk perusahaan manapun untuk mengatakan hal tersebut, mengingat bahwa keadaan selalu berubah-ubah."
Fujifilm berencana untuk mengeluarkan dana sebesar 400 miliar yen, atau yang sekitar Rp 44 triliun, untuk akuisisi, menambah jajaran produk lainnya, dan juga untuk melakukan penelitian lebih banyak pada sektor kesehatan di tahun 2017 mendatang.
Calon-calon inovasi baru yang sedang dilirik Fujifilm saat ini adalah saringan khusus untuk memurnikan gas alami dan juga sel punca yang dapat meregenerasikan jaringan-jaringan tubuh manusia. (tyo)