Untuk menghadapi itu, ada spesies laba-laba tropis mengadopsi perilaku yang aneh. Laba-laba itu 'terbang' dari satu pohon ke pohon lainnya, seperti Superman, bukan Spiderman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 10 tahun lalu proyek utama Yanoviak dan koleganya adalah mempelajari perilaku terbang meluncur di antara semut di Panama dan Peru. Pada saat itu, mereka menjatuhkan berbagai jenis hewan dari atas pohon dan melihat hewan mana yang bisa 'meluncur'.
Tim itu kemudian 'menjatuhkan' 52 ekor laba-laba dan mempelajari pola 'terbang' mereka. Ternyata, laba-laba itu tak terbang sembarangan. Mereka selalu punya arah, menargetkan sesuatu dan mendarat di cabang pohon yang terdekat.
Selain itu, tak sekadar meluncur jatuh, di tengah jalan mereka juga seperti mampu mengatur arah 'terbangnya'.
"Tak peduli ke sudut mana kami arahkan mereka, mereka selalu berusana naik dan mulai meluncur," kata Yanoviak.
Lantas bagaimana caranya laba-laba itu 'terbang'? Berdasarkan penelitian Yanoviak, laba-laba itu membentuk tubuhnya jadi seperti cakram dengan cara memegang kakinya ke sisi tubuh. Sehingga bentuk tubuhnya jadi seperti kepiting. Kemungkinan laba-laba itu memakai kaki depan untuk mengubah arah atau mengarahkan luncurannya.
Laba-laba tak punya sayap karena adanya jaring-jaring sutranya membuatnya bisa bergerak di udara. "Tapi laba-laba ini melompat dan meluncur seperti Superman," tutur Yanoviak. (ded/ded)