Angka pemesanan mobil lewat Uber secara global akan meningkat jadi US$ 26,12 miliar atau sekitar Rp 365 triliun pada tahun berikutnya.
Berdasarkan angka tersebut, pendapatan Uber di tahun 2015 akan berada di angka US$ 2 miliar, menurut perhitungan Reuters berdasarkan 20 persen keuntungan yang dikutip Uber dari setiap transaksi perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Uber Buka Program Sewa Mobil untuk Pengemudi
Ketika ditanya mengenai dokumen rahasia tersebut, seorang juru bicara Uber yang berbasis di San Francisco menagtakan enggan untuk mengomentari "rumor dan spekulasi."
Dokumen ini juga memperlihatkan sejumlah data yang menunjukkan pertumbuhan bisnis Uber selama enam tahun beroperasi dan kini telah bernilai lebih dari US% 50 miliar.
Nilai pemesanan mobil di Uber telah mencapai angka US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 40,5 triliun tahun lalu, sementara di tahun 2013 jumlahnya US$ 687,8 juta.
Dokumen itu tidak menyebut Uber telah menjadi perusahaan yang menguntungkan. Tak ada pula target kapan Uber akan menguntungkan.
Uber pun berencana untuk menjual saham ke publik dalam waktu 18 sampai 24 bulan mendatang.
Sejumlah investor yang telah memberi pendanaan ke Uber antara lain China Life Insurance dan China Taiping Insurance, yang berinvestasi tahun lalu. Investor lain yang telah memberi pendanaan ke Uber adalah Blackrock, TPG, Google Ventures dan Menlo Ventures.
Sejumlah konglomerat dan pemodal ventura lain juga mendukung Uber dalam hal pendanaan, dengan dasar tujuan membangun jaringan transportasi memanfaatkan teknologi informasi. (adt)